Things Happened

Rizqi Arifuddin

 

God knows that I’ve been naive. But I think it makes Him proud of me.” (Sleeping at Last – Naive)

Kita semua pasti pernah mengalami fase “young, stupid, and naive” dan Rizqi yang lebih muda mungkin menyesali beberapa hal. Rizqi yang lebih muda merasa, ”Harusnya aku tidak melakukan itu,” ”Sial, kenapa jadi seperti ini,” “Ah, kayaknya bisa lebih baik lagi!” Tapi Rizqi yang sekarang merasa things happened. Yang sudah ya sudah saja deh. Gak ada mesin waktu untuk mengubah masa lalu juga kan?

Yang namanya kegagalan pasti pernah aku alami. Apalagi setelah lulus kuliah. Aku benar-benar mengalami gimana rasanya merasa gagal. Di pekerjaan terutama. Ada kegagalan-kegagalan yang berpotensi jadi penyesalan. Kalau sewaktu masih kuliah dulu dapat nilai jelek tinggal remidi, lha kalau pekerjaan salah-salah? Ya sudah, gak bisa remidi. Atau kalau hubungan dengan orang lain gagal. Ya sudah, mau gimana lagi?

Tapi ya karena seperti yang aku bilang tadi, aku sudah bebal. Sudah let it go sama yang namanya kegagalan. Jadi ya kegagalan jadi gak begitu membebani. Ra usah digawe ngoyo kalau kata orang Jawa. Toh semua orang pasti pernah gagal. Kegagalan malah sebenarnya bisa jadi evaluasi diri yang menunjukkan letak kekuranganku saat ini. Kegagalan juga mengingatkanku untuk lebih rendah hati jadi manusia. Yang pasti gak boleh sombong ketika berhasil.

Kegagalan juga jadi pelajaran. Sama kayak pepatah jangan jatuh ke lubang yang sama. Sejauh ini sih sebisa mungkin aku masih berusaha untuk tidak jatuh ke lubang yang sama.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s