Rantai Hoax, Grup WhatsApp Keluarga, dan Perdamaian Bangsa

Pernah gak sih kalian merasa jengkel ketika grup keluarga yang semula adem ayem tiba-tiba memanas hanya gara-gara debat pilkada? Lebih jengkel lagi gak ketika yang diperdebatkan ternyata berita palsu alias hoax. Jadi ingin keluar dari grup gak sih? Tapi kalau keluar nanti dikira tidak menghargai keluarga. Dilema kan?

 

Hoax alias berita palsu memang tidak melukai secara fisik, tapi berdampak negatif secara massal. Ilustrasinya seperti ini. Coba bayangkan di desa yang sedang menyelenggarakan pilkades ada pihak yang tidak suka dengan salah satu calon kepala desa walaupun calon tersebut berkompeten. Ia kemudian menyebar berita palsu tentang calon yang dibencinya tersebut. Ternyata warga desa pun percaya. Setelah pemungutan suara, calon kepala desa tersebut gagal memenangkan pemilihan karena masyarakat desa percaya dengan berita palsu yang beredar. Meskipun pada dasarnya ia lebih kompeten dibanding pesaingnya, namun kompetensinya tidak dianggap karena citranya buruk di masyarakat.

Itu baru di tingkat kepala desa. Hal serupa dapat terjadi di tingkat yang lebih besar; provinsi, negara, dan bahkan dunia maupun akhirat. Yang pasti dampak dari berita palsu akan jauh lebih berlipat ganda.

 

Garda Depan Mencegah Penyebaran Hoax

Because some men aren’t looking for anything logical, like money. They can’t be bought, bullied, reasoned, or negotiated with. Some men just want to watch the world burn.
Alfred Pennyworth, The Dark Knight (2008)

Kita memang tidak bisa meminta penebar hoax bertobat dan menghentikan aktivitasnya. Bahkan kita pun gak habis pikir mengapa mereka senang menyebar berita-berita palsu. Akan tetapi, kita sebagai muda-mudi yang melek teknologi informasi dapat melakukan sesuatu untuk mencegah penyebarannya. Tak perlu muluk-muluk mengejar penebar hoax atau bergabung dengan cyber force army untuk menumpas hoax yang merajalela. Mulai saja dari hal yang sederhana. Mulai saja dari diri sendiri dan keluarga.

Keluarga adalah prioritas utama yang harus kita selamatkan dan jaga dari dampak negatif berita palsu. Bayangkan terlebih dahulu ketika ada hoax di grup keluarga besar dan setiap anggota keluarga men-share ke grup masing-masing; grup arisan, grup komunitas, grup kantor, grup alumni, grup sekolah, atau grup keluarga besar pasangan. Pastinya informasi ngawur tersebut semakin merajalela dan menyesatkan lebih banyak orang.

Untungnya kita punya kekuatan untuk memutus rantai penyebaran hoax melalui grup WhatsApp keluarga besar. Sadari bahwa tidak semua anggota keluarga, terutama generasi yang lebih senior, memiliki kemampuan menyerap informasi secara kritis. Inilah peran kita sebagai anak muda untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya ketika muncul kejanggalan di grup. Sekecil apa pun yang kita lakukan, pastinya akan menolong orang-orang di sekitar kita untuk tidak termakan oleh informasi menyesatkan. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Ketika ada yang membagikan informasi janggal dari grup sebelah, cek terlebih dahulu kebenarannya.
  2. Ketika yakin bahwa informasi tersebut adalah hoax, langsung sampaikan bahwa informasi tersebut palsu.
  3. Berikan penjelasan yang detail apa alasan informasi tersebut palsu. Sertakan pula tautan yang menjelaskan informasi yang sebenarnya.
  4. Wajar ketika muncul perbedaan pendapat. Namun ingat selalu bahwa perbedaan pendapat akan menjadi konflik jika tidak disampaikan dengan sesuai. Sampaikan klarifikasi dengan bahasa yang baik, pilihlah pilihan kata yang tidak menyerang atau menyudutkan salah satu pihak. Tidak mau kan hubungan keluarga hancur hanya gara-gara hoax?
  5. Hargai anggota keluarga yang membagi informasi tersebut. Tak ada seorang pun yang mau disalahkan, apalagi dianggap termakan berita palsu. Yang terpenting bukan menunjukkan siapa yang benar atau siapa yang salah, namun mencerahkan semua anggota keluarga dan menyelamatkan mereka dari informasi yang menyesatkan.
  6. Bekali diri sendiri dengan ilmu yang bermanfaat. Jangan pernah bosan untuk selalu menambah wawasan, karena ilmu yang bermanfaat dan pikiran yang terbuka adalah senjata untuk melawan penyebaran informasi palsu.

 

Memutus Rantai Hoax Bersama

Saat ini informasi menyebar dengan sangat cepat. Jika tidak selektif dan hati-hati menerimanya, bisa-bisa kita termakan hoax dan ikut meyakini sesuatu yang keliru. Semakin banyak orang yang meyakini kekeliruan tersebut, semakin besar pula masalah yang ditimbulkan. Bahkan konflik yang mengancam perdamaian dan kerukunan bangsa pun dapat terjadi karenanya. Gak mau kan bangsa ini kacau karena berita palsu yang berkembang di masyarakat?

Oleh karena itulah, sebelum masalah yang ditimbulkan oleh berita palsu semakin membesar, alangkah lebih baik kita redam terlebih dahulu selagi masih kecil. Rantai penyebaran berita palsu sebenarnya mudah diputus asalkan kita berkomitmen untuk itu. Jauh lebih mudah lagi ketika kita memulainya dari lingkungan terkecil yang kita miliki, yakni keluarga. Seandainya saja setiap keluarga di Indonesia mampu menyikapi hoax dengan bijak dan memutus rantai penyebarannya, niscaya Indonesia menjadi lebih damai karena terbebas dari informasi palsu yang dapat memecah kerukunan bangsa.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s