Bertanggung Jawablah dengan Hidupmu

Any action is often better than no action, especially if you have been stuck in an unhappy situation for a long time.”

– Eckhart Tolle

 

It’s easy to feel defeated because it’s easy to take no responsibilities and blame others. Itulah kenapa mudah sekali kita merasa kalah, merasa kurang mujur, merasa menjadi korban, dan merasa terimpit beragam perasaan negatif lainnya. Memang jauh lebih mudah melepas tanggung jawab dibanding memegangnya. Jauh lebih mudah menyalahkan ketimbang melakukan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya.

Manusia memiliki kecenderungan mencari kenyamanan sebagai mekanisme pertahanan diri dari ancaman bahaya. Secara otomatis pikiran manusia lebih tertarik berada di zona nyaman daripada harus keluar dan menghadapi guncangan maupun pengorbanan demi merasakan keadaan yang baru. Meskipun mereka paham bahwa keadaan yang sedang dirasakan saat ini tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Untuk mengurangi perasaan bersalah dan ketidakberdayaan tersebut, bukan hal yang aneh ketika mereka mencari jalan termudah dengan mengungkapkan keluhan dan menyalahkan. Mereka tidak ingat bahwa ada satu orang yang sebenarnya berperan penting dalam mengubah keadaan tersebut, yakni diri sendiri.

Manusia adalah kapten dari hidupnya sendiri. Kita adalah kapten dari tubuh kita, pikiran kita, hati kita, jiwa kita, yang dengan mengendalikan apa yang dapat dikendalikan, kita mampu menciptakan hidup kita. Kitalah yang berperan dalam menggapai kehidupan yang telah kita impikan. Kitalah yang bertanggung jawab penuh dalam mewujudkannya.

Sebuah tanggung jawab memang butuh tindakan nyata dalam pelaksanaannya. Tindakan nyata tersebut tentu butuh pengorbanan; baik tenaga, waktu, pikiran, harta benda, dan lain sebagainya. Semua orang ingin menciptakan hidup seperti yang telah mereka impikan, namun tidak semuanya siap melakukan pengorbanan. Pengorbanan tersebutlah yang akhirnya menentukan apakah seseorang layak menggapai impiannya atau tidak. Karena dari sanalah proses penggapaian dimulai. Dari sanalah proses memantaskan diri untuk menerima keadaan yang telah ditetapkan dibentuk. Konspirasi semesta pun akan mengatur sedemikian rupa situasi yang mendukung untuk mewujudkan kehidupan yang telah kita impikan.

Ketika kita bingung ingin memulai dari mana, alangkah baiknya berhenti sejenak dan menanyakan kepada diri sendiri apa yang benar-benar kita impikan. Tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat dilakukan untuk mengalami hidup yang kita impikan tersebut. Ketika sudah menemukannya, segeralah bertanggung jawab dengan bertindak. Tak masalah ketika harus memulai dari hal terkecil sekalipun. Karena saat hal-hal kecil telah tertunaikan, semua akan terakumulasi menjadi hal besar yang telah kita nantikan.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s